Selasa, 04 Desember 2012

BAB 17 MEMAHAMI INFORMASI KEUANGAN DAN AKUNTANSI


BAB 17 MEMAHAMI INFORMASI KEUANGAN DAN AKUNTANSI

Di bab 17 menjelaskan pentingnya informasi keuangan dan akuntansi, menyebutkan dan menjelaskan area-area profesi akuntansi yang berbeda, menyebutkan langkah-langkah dalam siklus akuntansi,membedakan antara akuntansi dan pembukuan,dan menjelaskan bagaimana computer digunakandalam akuntansi, menjelaskan perbedaan antara laporan-laporan keuangan utama, menjelaskan pentingnya analisis rasio di dalam pelaporan informasi keuangan. 

Artikel bab 16 menggunakan teknik-teknik promosi yang efektif

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

BAB 16 MENGGUNAKAN TEKNIK-TEKNIK PROMOSI YANG EFEKTIF


BAB 16 MENGGUNAKAN TEKNIK-TEKNIK PROMOSI YANG EFEKTIF
Di bab 16 ini mendeskripsikan promosi dan menyebutkan empat alat tradisional yang membentuk bauran promosi, mendefinisikan iklan dan menjelaskan kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan dari iklan, menggambarkan langkah-langkah proses B2B dan B2C, menjelaskan peran dari departemen hubungan masyarakat, menjelaaskan pentingnya berbagai bentuk promosi penjualan,termasuk sampling, serta memberi contoh-contoh promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), viral marketing, blogging, dan podcasting.

Artikel Bab 15: Mendistribusikan produk dengan cepat dan effisien


Artikel Bab 15: Mendistribusikan produk dengan cepat dan effisien

SISTEM INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS
Sistem informasi strategis, sistem komputer yang digunakan level organisasi untuk mengubah sasaran, pengoperasian, produk, jasa, atau relasi lingkungan untuk membantu organisai meraih keunggulan kompetitif.
Keputusan strategi bisnis dari perusahaan tergantung pada:
·         Produk dan jasa yang dhasilkan perusahaan
·         Industri di mana perusahaan bersaing
·         Pesaing, pemasok, dan pelanggan dari perusahaan
·         Tujuan jangka panjang dari perusahaan
Strategi level Bisnis: Model Rantai Nilai
Strategi yang paling umum untuk level ini adalah:
1.      menjadi penghasil produk dengan biaya produksi yang rendah
2.      mendiferensiasikan produk dan jasa
3.      mengubah lingkup persaingan baik dengan cara memperluas pasar sampai ke pasar global maupun dengan mempersempit pasar.
Model rantai nilai, model yang memberi perhatian pada aktivitas primer dan pendukung yang menambah nilai bagi produk dan jasa perusahaan di mana sistem informasi paling baik diterapkan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.
Aktivitas primer yaituaktivitas yang langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi produk perusahaan atau jasa. Sedangkan aktivitas pendukung adalah aktivitas yang memungkinkan pelaksanaan aktivitas primer. Terdiri dari infrastruktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi, dan pengadaan.
Nilai web mengacu ke jaringan pelanggan-terkendali pada perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengkoordinasikan rantai nilainya agar secara kolektif menghasilkan produk atau jasa kepada pasar.
Produk dan Jasa Sistem Informasi
System yang menciptakan diferensiasi produk:
·         Perusahaan dapat menggunakan IT untuk mengembangkan produk-produk berbeda.
·         Menciptakan loyalitas merek dengan mengembangkan produk yang unik dan baru dan jasa
·         Produk dan jasa tidak mudah diduplikasi oleh pesaing. Contohnya, Dell Corporation.
Sistem yang Mendukung Ceruk Pasar
Analisis intensif menggunakan data pelanggan untuk mendukung cara-cara baru menghubungi dan melayani pelanggan yang memungkinkan untuk mengembangkan ceruk pasar baru untuk produk atau jasa khusus. Contohnya, program frequent guest Hotel Wyndam
Supply Chain Management dan Sistem Respon Pelanggan Efisien
Sistem yang menghubungkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai pemasok dan konsumen. System yang secara langsung menghubungkan kembali perilaku konsumen ke distributor, produksi, dan supply chain. Contoh: Wal-Mart menghubungkan langsung pembelian pelanggan ke pemasok hampir saat itu juga. pekerjaan pemasok adalah untuk memastikan produk yang dikirim ke toko untuk menggantikan produk yang dibeli.
IT pada level organisasi digunakan untuk menghindari beralihnya konsumen ke pemasok lain dan mengikat mereka pada perusahaan. Biaya penggantian adalah biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan atau perusahaan untuk waktu dan sumber daya yang terbuang sewaktu berganti dari satu pemasok atau ke sistem pemasok atau sistem pesaing. Contohnya, Baxter International.
Strategi level-perusahaan dan Teknologi Informasi
Memperluas kompetensi inti, kegiatan di mana perusahaan unggul sebagai pemimpin kelas dunia. Sistem informasi mendorong berbagi pengetahuan di seluruh unit bisnis dan karenanya perusahaan meningkatkan kompetensi.
Strategi level-industri dan Sistem Informasi: kekuatan-kekuatan kompetitif dan perekonomian jaringan. Perusahaan beroperasi di lingkungan lebih besar yang terdiri dari perusahaan lain, pemerintah, dan bangsa. Kemitraan informasi, aliansi kerjasama yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan yang bertujuan berbagi informasi untuk memperoleh keuntungan strategis. Membantu perusahaan mendapatkan akses ke pelanggan baru, menciptakan peluang-peluang baru untuk cross-selling dan penargetan produk.
Model lima kekuatan Porter
Dalam lingkungan yang lebih besar, terdapat lima kekuatan utama atau ancaman:
1.      Pasar baru pendatang
2.      Produk dan jasa pengganti
3.      Pemasok
4.      Pelanggan
5.      Perusahaan lain yang bersaing secara langsung
Model kekuatan kompetitif, model yang digunakna untuk menjelaskan interaksi dari pengaruh-pengaruh eksternal, ancaman-ancaman khusus dan peluang-peluang, yang mempengaruhi strategi dan kemampuan organisasi dalam bersaing. Teknologi internet telah mempengaruhi struktur industri dengan
·         Memberikan teknologi yang mempermudah para pesaing untuk berkompetisi dalam hal harga dan para pemain baru pada pasar.
·         Meingkatkan informasi yang tersedia bagi pelanggan dalm hal harga sehingga meningkatkan bargaining powernya.
·         Menurunkan kekuatan pemasok
·         Barang-barang substitusi
Ekosistem bisnis
IT memainkan peran yang kuat dalam menciptakan bentuk-bentuk baru produk ekosistem bisnis. Ekosistem bisnis adalah jaringan pemasok, distributor, perusahaan outsourcing, perusahaan jasa transportasi, dan teknologi manufaktur yang saling berkaitan. Sebagai contoh, Microsoft: 1 milyar PC di seluruh dunia dan ratusan ribu bisnis bergantung pada platform Microsoft. EBay: Jutaan orang dan ribuan perusahaan bisnis menggunakan platform ini. Wal-Mart: Enterprise sistem yang digunakan oleh pemasok untuk meningkatkan efisiensi
Jaringan Ekonomi
Produk dan layanan IT menunjukkan efek jaringan yang kuat dan berpotensi menciptakan situasi “winner take all”. Jaringan menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk menambah partisipan lainnya nol atau sedikit, sebaliknya keuntungan yang diperoleh bisa semakin besar. Bertentangan dengan hukum penurunan laba pada produk industri dan pertanian. Contohnya, Nilai dari Internet tumbuh secara eksponensial dengan kenaikan linier pengguna. Karena perangkat lunak tertentu dapat menjadi standar (seperti sistem operasi Windows atau Windows Office), orang bisa terkunci ke dalam standar dan nilai Windows tumbuh karena semakin banyak orang yang menggunakannya.Strategi yang bagus, menggunakan IT untuk membangun produk dan jasa yang menyebabkan efek jaringan. Peluang manajemen, Perusahaan menghadapi perkembangan IT berbasis peluang untuk mendapatkan keunggulan strategis.
Tantangan Manajemen
·         Beberapa perusahaan menghadapi rintangan besar dalam menerapkan sistem kontemporer.
·         Setelah keuntungan tercapai, ada kesulitan dalam mempertahankan keunggulan.
·         Organisasi sering tidak dapat berubah untuk mengakomodasi teknologi baru dengan cukup cepat
Pedoman Penyelesaian melakukan analisis sistem strategis
·         Memahami struktur dan dinamika persaingan industri dimana perusahaan beroperasi.
·         Memahami rantai nilai bisnis, perusahaan, dan industri
·         Mempertimbangkan bagaimana perusahaan dapat mengelola “peralihan strategis” sebagai usaha untuk menerapkan sistem yang memberikan keunggulan kompetitif.
Sumber : http://cafe-ekonomi.blogspot.com/

BAB 15 MENDISTRIBUSIKAN PRODUK DENGAN CEPAT DAN EFISIEN


BAB 15 MENDISTRIBUSIKAN PRODUK DENGAN CEPAT DAN EFISIEN
Kelompok yang mempresentasikan bab ini kurang maksimal dan tidak mampu menguasai konsep. Di bab 15 ini kita bisa menjelaskan konsep saluran-saluran penawaran dan nilai dari perantara penawaran, memberi contoh bagaimana perantara melakukan enam utilitas pemasran, menjelaskan berbagai jenis perantara grosir dalam sistem distribusi, menjelaskan strategi-strategi pemasran yang digunakan para peritel, menjelaskan berbagai cara membangun kerja sama dalam sistem saluran, menjelaskan lahirnya logistic, mengambarkan secra garis besar bagaimana para perantara memindahkan barang-barang dari produsen ke konsumen melalui penggunaan berbagai mode transportasi dan fungsi-fungsi penyimpanan.

Artikel Bab 14 Mengembangkan dan Menentukan Harga Produk dan Jasa


Artikel Bab 14 Mengembangkan dan Menentukan Harga Produk dan Jasa

STRATEGI PENETAPAN HARGA
Harga adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; unsur-unsur lainnya menghasilkan biaya. Harga barangkali adalah unsur program pemasaran yang paling mudah disesuaikan; ciri-ciri produk, saluran bahkan promosi membutuhkan lebih banyak waktu. Harga juga mengkomunikasikan posisi nilai yang dimaksudkan perusahaan tersebut kepada pasar tentang produk atau mereknya. Sebagai produk yang dirancang dan dipasarkan dengan baik, dapat menentukan premium harga dan mendapatkan laba besar.
MEMAHAMI PENETAPAN HARGA
Harga tidak hanya sekedar angka pada label atau barang. Sepanjang sejarah, pada umumnya harga ditetapkan melalui negosiasi antara pembeli dan penjual. Secara tradisional, harga telah diperlakukan sebagai penentu utama pilihan pembeli. Walaupun faktor-faktor non harga telah makin berperan penting selama beberapa dasarsa belakangan ini, harga masih tetap merupakan salah satu unsur terpenting dalam menentukan pangsa pasar dan profitabilitas.
Bagaimana perusahaan menetapkan harga
Perusahaan-perusahaan melakukan penetapan harganya dengan berbagai cara.
·         Di perusahaan-perusahaan kecil, harga sering ditetapkan pimpinan tertinggi.
·         Di perusahaan-perusahaan besar, penetapan harga ditangani manajer divisi dan lini produk.
·         Yang lain menggunakan harga sebagai alat strategi penting. Mereka mengkustomisassi harga dan penawaran berbasis pada nilai dan biaya segmen.
MENETAPKAN HARGA
Suatu perusahaan harus menetapkan harga untuk pertama kalinya ketika mengembangkan produk baru, ketika memperkenalkan produk regulernya ke saluran distribusi atau daerah geografis yang baru, dan ketika mengikuti lelang untuk kerja kontrak baru.
Perusahaan harus mempertimbangkan banyak faktor dalam menentukan kebijakan penetapan harganya. Ada enam langkah prosedur yaitu
(1) memilih tujuan penetapan harga,
(2) menentukan permintaan,
(3) memperkirakan biaya,
(4) menganalisa biaya, harga dan tawaran pesaing,
(5) memilih metode penetapan harga, dan
(6) memilih harga akhir.
Enam metode penetapan harga adalah:
a. Penetapan harga mark-Up
Metode penetapan harga yang paling sederhana adalah menambahkan mark-up standar pada biaya produk tersebut. Perusahaan-perusahaan yang memperkenalkan produk baru sering menetapkan harga yang tinggi dengan harapan untuk mengembalikan biayanya secepat mungkin, tetapi strategi ini dapat berakibat fatal jika pesaing menetapkan harga yang rendah. Namun, penetapan harga mark up tetap populer karena berbagai alasan:
(1) penjual dapat menentukan biay jauh lebih mudah dibandingkan dengan melalui cara memperkirakan permintaan,
(2) jika semua perusahaan dalam industri tersebut menggunakan metode penetapan harga ini, hatga-harga akan cenderung serupa,
(3) banyak orang merasa penetapan ini lebih adil bagi pembeli maupun penjual.
b. Penetapan harga sasaran pengembalian
Perusahaan menentukan harga yang akan menghasilkan tingkat pengembalian atas investasi (ROI-return on investment) yang dibidiknya. Metode ini juga digunakan perusahaan-perusahaan listrik pemerintah, yang perlu memperoleh pengembalian atas investasinya yang adil.
c. Penetapan harga persepsi nilai
Makin banyak perusahaan mendasarkan harganya pada persepsi nilai (perceived value) pelanggan. Perusahaan tersebut menggunakan unsur-unsur bauran pemasaran lainnya, sepert iklan dan tenaga penjualan, untuk mengkomunikasikan dan meningkatkan nilai yang dipersepsikan dalam benak pembeli.
d. Penetapan harga nilai
Penetapan harga nilai bukan sekedar menetapkan harga yang lebih rendah, langkah tersebut adalah persoalan merekayasa ulang kegiatan-kegiatan perusahaan tersebut untuk menjadi produsen yang berbiaya rendah tanpa mengorbankan mutu, dan menurunkan harga yang lumayan besar guna menarik sejumlah besar pelanggan yang sadar nilai. Ketika toko serba ada menghdapi persaingan yang makin sengit dari pesaing-pesaingnya dan dari saluran-saluran lainnya, banyak orang menemukan bahwa kunci untuk menarik orang berbelanja adalah menggunakan kombinasi strategi harga tinggi-rendah dan harga rendah setiap hari, dengan iklan dan promosi yang makin meningkat.
e. Penetapan harga umum
Dalam penetapan harga umum (going rate pricing), perusahaan tersebut mendasarkan harganya terutama pada harga pesaing. Perusahaan tersebut mungkin akan mengenakan harga yang sama, lebih tinggi, atau lebih rendah daripada pesaing utamanya. Penetapan harga umum lumayan populer. Apabila biaya sulit diukur atau tanggapan pesaing tidak pasti, perusahaan-perusahaan merasa bahwa harga umum merupakan jalan keluar yang baik, karena hal itu dianggap mencerminkan kejakan bersama industri tersebut.
f. Penetapan harga tipe lelang
Penetapan harga tipe lelang mulai makin populer, khususnya seiring dengan pertumbuhan internet. Perusahaan-perusahaan perlu menyadari tiga jenis utama lelang yaitu;
· Lelang Inggris (tawaran meningkat)
Satu penjual dan banyak pembeli. Penjual memperlihatkan suatu barang dan para penawar menaikkan harga tawaran hingga mencapai harga tertinggi.
· Lelang Belanda (tawaran menurun)
Satu penjual dengan banyak pembeli, atau satu pembeli dengan banyak penjual. Pembeli mengumumkan sesuatu yang ingin dibelinya dan kemudian calon-calon penjual bersaing mengumumkan sesuatu yang ingin dibelinya dan kemudian calon-calon penjual bersaing untuk melakukan penjualan dengan menawarkan harga yang terendah.
· Lelang tawaran tertutup
Calon-calon pemasok hanya dapat mengajukan satu tawaran dan tidak mengetahui tawaran-tawaran lainnya. Pemasok tidak akan menawar di bawah biayanya, tetapi juga tidak dapat menawar terlalu tinggi karena takut kehilangan pekerjaan tersebut.

BAB 14 MENGEMBANGKAN DAN MENENTUKAN HARGA PRODUK DAN JASA


BAB 14 MENGEMBANGKAN DAN MENENTUKAN HARGA PRODUK DAN JASA
Di sini kita presentasi 2 bab yaitu tadi bab 13 dan bab 14 di bab 14 kita bisa mengetahui di bab ini membahas atau menjelaskan konsep penawaran produk total, menjelaskan berbagai jenis barang konsumsi dan barang industri, menyebutkan dan menjelaskan fungsi-fungsi kemasan, menjelaskan perbedaan-perbedaan antara merek,nama merek dan merek dagang, menjelaskan peranan manajer merek dan langkah-langkah dalam proses pengembangan produk baru, menggambarkan daur hidup produk, menjelaskan berbagai tujuan dan strategi penentuan harga, dan menjelaskan mengapa strategi-strategi selain harga semakin bertambahn penting.